Monday, February 25, 2008

No Title

Banyak hal yang membuat aku susah tidur. Ketika hati sedang senang, mendapat kabar gembira, membuat rencana-rencana, bahkan ketika mendapat ide cerita untuk ditulis di dalam blog ini. Sambil tidur sibuk aku mengatur kata-kata di dalam pikiranku.

Namun ketika hati sedang susahpun aku lebih-lebih lagi susah tidur. Misalnya ketika sedang ada problem, atau mendapat kabar gak baik, ataupun kejadian yang tidak menyenangkan. Pikiranku penuh dengan kata-kata, oh....seandainya....

Minggu ini aku susah tidur karena penyebab yang kedua tersebut. Pertama, basketball team Aslan dan Irsyad kalah. Bukan kekalahan mereka yang memenuhi pikiranku. Tetapi karena Aslan menangis sedih kecewa begitu teamnya kalah. Memang mereka main so hard. Oh well...

Kedua, karena mamak sakit dan sedang dirawat di rumah sakit. Memang setiap hari aku berkomunikasi dengan mereka disana, thanks to technology-yahoo messenger dan webcam, sehingga aku bisa melihat mamak langsung di rumah sakit, dan mamak pun bisa melihat kami disini. Tetapi setelah melihat mereka semua yang berkumpul di rumah sakit, malahan membuat keinginan ku untuk berada bersama mereka semakin kuat. Aku merasa hopeless sekali dengan keberadaanku yang sangat jauh ini. Hanya doa kepada Allah lah yang bisa kulakukan saat ini.

Tuesday, February 19, 2008

Because I want more....



Sebelum keluar rumah, Shahnaz sempat mengambil croissant untuk dimakan di mobil.
Shahnaz : This is sooooo goooddddd mama...
Aku : Do you know why it called Croissant? Because it shape like crescent moon. It was invented in Vienna to celebrate the defeat of a Muslim invasion, with the shape representing the Islamic crescent. (Bayangkan, kalau sekarang kita yang muslim ini turut menikmati lezatnya the crescent bread).
Shahnaz : I finish it mama. I want more.
Aku : What do you thing I would say Shahnaz...
Shahnaz : We don't have any??...
Aku : If you know my answer, than why you asked?...
Shahnaz : Because..... I want...... more............

Monday, February 11, 2008

Party Girl


Party...party...party...Shahnaz memang suka sekali party (who doesn't????). Begitu selesai perayaan ulang tahunnya bulan agustus tahun lalu, shahnaz sudah mulai dengan rencana perayaan ulang tahunnya tahun depan. dasar....
Minggu ini Shahnaz ada 2 temannya yang merayakan ulang tahunnya. Hari Sabtu, temannya Presley berulang tahun di party room. Atas permintaan yang punya acara, kado nya jangan dibungkus karena akan ditarok di dalam treasure chest sehingga semua tamunya akan mendapat hadiah masing masing dari treasure chest. Aku pikir ide ini bagus sekali. Tetapi kalau Shahnaz aku yakin ide ini bukan ide yang cocok. Dia nggak akan gave up hadiah ulang tahunnya begitu saja. Pada perayaan ulang tahun Shahnaz yang lalu, aku beli bermacam macam hadiah untuk di treasure chest. Sehingga dalam permainan permainan yang kami adakan selalu ada hadiah untuk pemenangnya.

Hari Minggu temannya yang lain lagi yang berulang tahun. Kali ini Amira merayakan ulang tahunnya di Bowling place. Shahnaz dan Amira punya t-shirt yang persis sama dan mereka janjian untuk mengenakan t-shirt tersebut di hari ulang tahun Amira. Kata Shahnaz, We are best friend. We wear same t-shirt and we both don't eat pork. ha ha ha....ternyata Amira berasal dari Marocco.

Tetapi yang sangat menyenangkan bagi kami adalah perayaan ulang tahun Olivia minggu lalu. Olivia adalah teman Indonesia Shahnaz. Acaranya adalah menonton Hannah Montana 3D movie di theater. Wah, Shahnaz idola sekali dengan Hannah Montana. Percaya nggak kalau dia sudah jadi bilioner? Pada saat stock market jatuh, stock Disney justru naik karena Hannah Montana.

Yang membuat aku senang karena aku sudah jarang sekali bertemu dengan teman teman. Dan pada acara ini kesempatan bagiku untuk bertemu. Bayangkan dengan mbak Connie dan Aan (orang tuanya Olivia) kami gak ketemu sudah sekitar 4-6 bulan yang lalu. Belum lagi dengan kak Linda dan Oscar (teman Indonesia lainnya) sudah tidak bertemu sekitar 2-3 tahun. Padahal dulunya kami sangat akrab. Ketika anak anak masih kecil, hampir setiap minggu kami berkumpul. Apakah itu hanya makan makan, atau ke park bersama dsb. Kalau sudah ngumpul bisa sampai tengah malam jam 1 baru bubar. Tetapi begitu anak anak mulai besar, kamipun mulai sibuk dengan kegiatan kegiatan mereka dan jarang ikut ngumpul ngumpul lagi.


Di theater, Olivia dan teman temannya nonton Hannah montana show setelah 2 jam ikut ngantri dulu untuk masuk ke theater. Soalnya banyak sekali yang mau nonton. Ticketnya aja udah sold out jauh jauh hari. Aku, bang Is, Irsyad, Aslan, dan Brandon (abangnya Olivia) dan Oscar nonton film National Treasure.

Dari theater kami pun ngumpul di rumahnya mbak Connie. Ngobrol lagi sampai jam 2 malam (atau pagi?). Jadi ingat masa lalu. Waktu dulu sih ditambah dengan Intan dan Iwan, Nunik dan Amin, dan Yani dan Yossie. Tapi Nunik-Amin dan Yani-Yossie sudah kembali ke tanah air.

I miss you all....and our old times......

Friday, February 8, 2008

Ceritaku tempo doeloe 1






Mengapa judulnya "ceritaku tempo doeloe"?. Karena aku ingin menceritakan pengalaman masa laluku. Bermula dari buku biografi Bapakku. Aku paling suka pada bagian yang menceritakan kehidupan bapakku dimasa kecilnya. Aku pikir semua orang perlu menulis biografi hidupnya untuk dibaca oleh anak dan cucunya kelak.

Bagiku, setelah membaca biografi Bapakku, aku merasa lebih mengenalnya sebagai seorang manusia, bukan hanya sebagai Bapakku. Pengalaman hidupnya di kampung yang tidak pernah aku tau maupun rasakan, bisa aku bayangkan dari cerita ceritanya.

Mengapa judulnya "ceritaku tempo doeloe 1?". Karena kalau ada nomor 1, berarti akan ada nomor 2, 3, 4 dan seterusnya.

Okay anak cucuku......cerita kali ini mengenai kejadian pada tanggal 5 April tahun 1985. Aku masih di kelas 3 SMP pada saat itu.

SMPN I Banda Aceh mengadakan perkemahan di lokasi pinggiran jalan Seulimeum Jantho untuk anak anak kelas 1 dan 2. Kami kelas 3 gak diijinkan ikut dengan alasan kami harus mempersiapkan diri untuk ujian akhir EBTANAS.

Tetapi aku dan teman teman se-gank ku tidak putus asa begitu saja. Waktu itu, Bapaknya Ika, Pak Zein Hasyimi(almarhum), menjabat sebagai Bupati Aceh Besar. Mereka tidak menempati rumah dinasnya yang di Jantho. Rumah Bupati di Jantho kosong dengan hanya di jaga oleh seorang penjaga, pak Abu namanya.

Maka kamipun (Aku, Ika, Lidar, Epie, Icut, dan Uchi) packing barang barang dan berangkat ke Jantho menginap di rumah dinas bupati. Kami hanya di drop disana, sehingga kami tidak punya kendaraan. Tetapi hal ini tidak menjadi masalah. Kami berjalan dari rumah ke jalan besar dan menunggu sampai ada mobil lewat untuk ditumpangin sampai ke perkemahan SMP 1. Memang kota Jantho lokasinya lumayan jauh dari jalan besar Medan-Banda Aceh, dimana anak anak SMP 1 berkemah. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, baik itu menuju maupun keluar dari Jantho. Kami tidak memikirkan bagaimana untuk kembali kerumah, yang penting pergi dulu.

Setelah puas bermain main di lokasi perkemahan kamipun kembali ke rumah setelah berhasil membujuk orang untuk mengantar kami. (aku lupa siapa orang tersebut yang mengantar kami kembali).

Malam itu, kami memasak untuk makan malam. Yang bisa memasak pasa saat itu hanya Uchi. Maka mulailah Uchi menunjukkan kemahiran masaknya. Kami hanya menonton saja dengan terkagum kagum. Menu malam itu? Telor orak arik pake cabe dan sambal terasi selop pak Abu. Kenapa namanya sambal terasi selop pak Abu? ceritanya nih, setelah selesai digiling sambalnya, gak ada sendok. Kebetulan ada sepotong karet (bersih sih). Tapi kami yang emang suka berasumsi ini, menamakannya selop pak Abu. Karena bentuk karetnya itu seperti karet selop jepangnya pak Abu (jangan jangan emang betul selop pak Abu?).

Yang jelas makan malam itu adalah makan malam yang paling lezaaa....ttttt. Begitu aku pulang, langsung aku pamer udah pinter masak telor orak arik, dan aku praktekkan dirumah.

Hari berikutnya kami jalan jalan di Jantho. Maklumlah, pada saat itu kami sedang tergila gila dengan Julian, Dick, Anne, George, dan Timmy dari buku Lima Sekawan yang penuh pertualangan. Maka kami pun bertualang menyelusuri kampung, sawah sawah, hutan, semak belukar, dengan harapan memecahkan misteri. Apa saja yang tampak menjadi sesuatu yang perlu diselidiki. Apakah itu sepotong ranting, botol minuman, kertas, dll.

Ditengah sawah kami melepas lelah di sebuah jambo. Jambo pun menjadi tempat yang sangat menarik buat kami. Melepas lelah sambil tentu saja berfoto ria.

Sore hari datang tante nya Icut, Cut Nyak dan supir untuk menjemput kami pulang. Sebelum pulang kembali ke Banda Aceh kami mampir ke kampung Icut di Seulimeum dan menikmati kelapa muda.


see more pictures

Wednesday, February 6, 2008

Superbowl party

Superbowl party is here. Kali ini team yang berhasil masuk adalah New York GIANT dan New England PATRIOT.

Seperti tahun tahun sebelumnya, kali ini pun Irsyad sudah kasak kusuk minta di bikin party dirumah. Dia ingin mengundang teman temannya kerumah untuk nonton Superbowl bersama.

Jadilah hari Minggu, tanggal 3 february, jam 3 teman teman Irsyad mulai berdatangan. Superbowl dimulai pukul 6.30 malam. Sebelum waktunya mereka bermain basketball dan football di luar.

Jam 6.30 semua ngumpul di ruangan tv dan nonton pertandingan sambil makan pizza dan snacks. Aku beli banyak potato chip dan soda. Aku juga bikin cupcakes. Bayangkan aja, 6 orang teman teman Irsyad yang boleh dikatakan sudah remaja. Badannya besar besar dan makannya pun banyak. Ditambah lagi dengan 2 orang teman Aslan. Dalam sekejab pizza dan cupcakes lenyap dari meja.

Irsyad cheered untuk Patriot. Anehnya, semua temannya yang diundang cheered buat Giant. termasuk kami semua.

Half time, semua pada keluar main Man Hunt. diluar udah gelap. Permainan Man Hunt ini seperti permainan sambar elang. Mulanya mereka dibagi 2 team. Satu team lari dan bersembunyi. kemudian team satunya lagi mencari dan mengejar. Kalau tertangkap, dikumpulin di postnya. Mereka bisa dilepas oleh temannya yang masih bebas. Istilah kita tuh disambar dari sarangnya. Kalau semuanya tertangkap, maka giliran team satu lagi yang bersembunyi.

Aku ingat dimasa kecil di Darussalam. Setiap malam minggu pasti kita ngumpul di halaman rumah. Rame sekali anak anak sektor selatan ngumpul dan main sambar elang. Pada waktu itu kita suka mainnya team laki laki melawan team perempuan. Giliran bersembunyi, semua rasa takut hilang. Sembunyi dibelakang pohon, di atas pohon manjat tinggi tinggi, di balik gudang, dimana mana berkeliaran. bayangkan dulu tempat sembunyinya luas sekali. sepanjang rumah di sektor selatan. Pernah sekali kepergok pas dijemput bapak jam 10 malam aku sedang dalam persembunyian di dalam parit dibawah jembatan. Emang sih paritnya di sektor selatan besar dan kering. Kecuali di musim hujan baru penuh sama air (ini lain lagi keasyikan mainnya di parit. tapi itu cerita lain).

Tapi aku ada trick. Aku suka sembunyi di balik pohon yang kurus dan kecil. Kan malam hari, jadi gak kelihatan. team lawan gak akan mencari di balik pohon yang kecil. Siapa coba mau sembunyi di tempat yang jelas jelas gak menyembunyikan.

Sebalnya, di team laki laki ada yang gemuk sekali (gak aku sebutkan namanya disini). Dia suka buka t-shirt karena kepanasan abis berlari larian. Giliran kita harus nangkap, susah sekali. Badannya terlalu licin jadinya terlepas lagi. dasar....deh....

Irsyad dan teman temannya juga main sampai kerumah tetangga segala dan pake acara manjat manjat pagar. Gak lama si tetangga keluar dan melarang mereka untuk manjat dan masuk ke halaman belakang rumahnya.

Untung aja waktu half time udah habis. Maka semua kembali masuk dan nonton lagi. Seru sekali permainannya (football atau man hunt?). Siapa sangka Giant bisa menang 17-14.
What a game....

Best Parents

Tuesday, February 5, 2008

Everything I do, I do it for you....



Kok romantis kali judulnya. Sebenarnya sih ini judul sebuah lagu lama yang dinyanyikan oleh Bryan Adams, dalam soundtrack film Robin Hood yang dimainkan oleh Kevin Costner.

Mulanya Pagi tadi dalam perjalanan ke sekolah Shahnaz, dari radio mobil terdengar lagu ini dimainkan. Wah, udah lama sekali aku nggak mendengar lagu ini. Banyak sekali kenangan yang kembali ke ingatanku begitu mendengar lagu ini, dan aku ingin menuangkan cerita kenangan tersebut disini.

Aku lupa tahunnya, mungkin sekitar tahun 1992 atau 1993? Aku, Epie, Icut dan beberapa teman lainnya berencana untuk liburan ke Bali. Seru sekali kami membuat rencana tersebut. Giliran minta izin, hanya Epie dan Icut aja yang mendapat ijin. Tetapi belakangan aku diijinkan juga untuk pergi. Wah....gak kebayang senangnya.

Kami ngumpul dirumahnya Nonong di Jakarta. Pada saat itu Nonong sedang sekolah di kedokteran UI di Jakarta. Dari Jakarta, kami berangkat ke Bandung dimana adik adiknya Icut sedang bersekolah disana.
Ada cerita lucu nih di Bandung. Pada saat itu sedang demam Demi More. Kita pun iseng iseng ke salon dan potong rambut ala Demi More juga. Kecuali Nonong yang emang punya prinsip kuat tetap aja dengan rambut panjangnya. Dari salon, kita mampir ke Yonas photo. Terkenal sekali tempat ini karena pengambilan fotonya yang dikabur kaburkan sehingga kelihatan gambarnya soft dan cantik.

Begitu fotonya jadi, wah....kita semua pada kecewa. Yang cantik cuma si nonong. Aku, Icut dan Epie dengan rambut baru ala Demi Morenya, kelihatan seperti laki laki. Yang jelas foto itu nggak pernah kelihatan lagi (ha ha ha). Padahal orang yang bermacam macam, giliran di foto di Yonas, pasti jadi cantik kayak model. Dasar.....

Lain lagi cerita begitu kami tiba di Bali. Iseng iseng pergi ke tempat pengambilan foto juga. Tetapi kali ini kami berfoto memakai baju Bali.
Begitu fotonya jadi, Hanya nonong yang kelihatan seperti wanita Bali. Aku, Epie dan Icut kelihatan seperti Laki laki Jawa, ha ha ha....kembali foto itu lenyap....gak pernah kelihatan lagi.

Di Bali, kami berjalan jalan ke pantai Kute. Disana ketemu 2 orang cowok Italy. Mereka ngajakin kita ngomong. Mereka ngajakin kita ke club di hotel nusa dua. Kita langsung deh ngomong bahasa Aceh, Nyo keuh pakeun ureng tuha tanyo hanya ijin tanyo jak. he heh.....Tentu saja ajakan itu kami tolak dengan alasan udah ada acara lain malam itu.

Dari Bali kami melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Kami langsung jatuh cinta dengan kota Yogya yang bersih dan ramah. Jalan jalan ke Borobudur sangat menyenangkan.

Dari yogyakarta kami kembali ke Jakarta, membawa oleh oleh kutu di kepala...hiii....merinding aku membayangkannya. mulai deh pembantunya Nonong dan pembantu tetangga sebelah kami minta untuk mencari kutu. Untung aja dengan rambut ala Demi More ku memudahkan untuk membersihkannya. bayangkan Nonong dengan rambut panjangnya....

Pertualangan kami belum selesai disini lho. Masih harus pulang kembali ke Banda Aceh kan? Masalahnya, duit udah hampir habis. pokoknya gak cukup lagi buat tiket pesawat. Soalnya disamping jalan jalan kita juga suka shopping sih.
Akhir cerita, kami pun membeli tiket kapal laut bagian deck....masak? gak percaya kan? Tapi ini benar kejadiannya.

Begitu masuk kedalam(bagian deck jelasnya), kami harus mengambil jatah tempat tidur. berderet deretan tuh kayak dimana ya....pokoknya menyedihkan sekali lho. Tapi kalau udah lama kayaknya terbiasa deh, he heh.
Sebelum berangkat kami udah belanja heboh di supermarket. jadinya kami gak pernah ambil jatah makanan di deck. Gak kebayang lah pokoknya.
Kami juga gak pernah menghabiskan waktu di deck. selalu naik keatas. Kekamar mandi juga kita selalu ke kamar mandi diatas. Diatas aja joroknya minta ampun. Bayangkan aja air yang tergenang di kamar mandi. Pokoknya kami gak pernah mandi selama di kapal. Cuma sikat gigi aja. Tapi kalau lihat penampilan kami sih, gak ada yang taulah kalau kami gak mandi.

Begitu tiba di Medan, kami menginap dirumah kakaknya Epie, kak Lensi. Yang pertama kali kami lakukan begitu tiba adalah mandi berjam jam....

Oh ya, kembali ke lagu tadi, Everything I do. Kami semua hafal lirik lagunya. Sehingga setiap mendengar lagu tersebut pasti kita ikutan nyanyi. Jadinya suara bagus Bryan Adams gak pernah terdengar lagi. Sekali nih, pulang dari Dunia Fantasi, di mobilnya Nonong kami terus mendengar lagu ini. Tapi kali ini kita bikin perjanjian untuk gak boleh ikut menyanyi. Kalau yang menyanyi harus mentraktir makan malam itu. Wah...susah sekali rasanya untuk nggak ikut menyanyi. Terpaksa mulut didekap kuat kuat. Akhir cerita, masing masing membayar sendiri makan malamnya di kentucky Fried Chicken.

Kalau ditanya, apakah aku mau mengulangi lagi pengalaman ini? Jawabku adalah, Absolutely....(Tapi kali ini ambil kelas 1 deh...).

Monday, February 4, 2008

Akhirnya......



Pagi ini aku sudah niat untuk pergi exercise. Berulang-ulang aku ucapkan didalam hati. Aku harus mulai exercise hari ini. Akhirnya aku berangkat juga ke tempat jazzercise. Tiba disana aku senang sekali, bertemu kembali dengan teman teman lama. Bayangkan aja, mereka sudah bertahun tahun ikut jazzercise dan masih terus setia. Aku heran sekali dengan komitmen mereka. Beda denganku yang on dan off. kadang datang, lebih sering nggak datang.

Jane, intructor kami mulai menghidupkan lagunya. Jane sudah puluhan tahun menjadi instuctor jazzercise ini. tubuhnya pun masih bagu....sssss aja.
Aku suka jazzercise ini karena music music yang digunakan adalah lagu lagu yang sedang populer pada saat itu. Setiap hari berbeda beda, jadi kita nggak bosan. dengan lagu yang sedang populer dan gerakannya pun enak seperti dancing.

Kembali ingatan lama terulang mendengar kata kata yang diucapkan Jane. Left, right, one, two, three, knee lift, plie, attitude, breath, skip, diagonal, dan seterusnya dan seterusnya. keep going....

Oh....lumayan juga capeknya. Tapi memang aku sudah menyangka karena ini kan masih hari pertama. Jadinya aku gak memaksa. Aku ikutin aja gerakan low impact buat hari ini. Terutama pada gerakan lompat lompat dan mengangkat pantat. Wah, giliran angkat angkat pantat sih aku menyerah deh, berat....tttt...

Satu jam berlalu, exercisepun selesai. Aku pikir, aku pantas mendapat hadiah. So....off I go to Craft store.
What for lunch????? veggie lovers pizza with extra cheese and jalapeno....ehmm...ehmm...ehmmm....it is gooooooddddd.....
(Tunggu aja besok pagi. Pasti badanku pada sakit semua.....).

Friday, February 1, 2008

February resolution


Gak terasa Januari sudah berakhir. Memasuki bulan Februari, aku kembali mengenang bulan yang telah lalu. Well, kayaknya sih aku lebih rajin sedikit. Boleh lah. Yang jelas makan diluar udah berkurang sejak aku menjadi lebih rajin memasak. Tapinya menu telor mata sapi dan hot dog makin sering diulang (he heh...).

Februari resolusiku:
1. Lebih sehat, (dan kuat???).
Aku ingin kembali joint club Jazzerciseku. Sebenarnya asyik sekali. cuma aku suka malas untuk mulai aja. Bulan ini aku harus mulai lagi.
Niatku untuk menguruskan badan kayaknya sudah harus disingkirkan jauh jauh. Mudah mudahan dengan olah raga, badan menjadi lebih segar dan sehat. Kalau dapat bonus berkurang berat badan boleh juga.......dasar.....
Disamping berolah raga, aku juga ingin berusaha untuk makan makanan yang lebih sehat. Atau....mengurangi makanan yang kurang sehat.

2. Memperbaiki kamar mandi.
Supaya lebih rajin mandi dan bersolek...(hi hi hi...).

3. Organize majalah.
Setelah bertahun tahun berlangganan majalah, tumpukannya pun semakin tinggi. Niatku untuk mensorting isinya, keep yang aku suka, dan buang yang aku gak suka. Lagian emang isinya juga lebih banyak iklan daripada artikel.